Minggu, 15 Maret 2015

Menerima Kritik dengan Lapang Dada

Dalam kesendirian, ku teringat banyak orang berkata bahwa sikap dan perilaku ku masih kayak anak kecil…apa benar sich?? Contohnya saja ketika ku menampilkan PP alias photo profil at my Fb gambar pink ranger,,,banyak yang mengatakan kayak anak kecil,,emang ranger itu identik dengan anak kecil ya..? Memang sich kebanyakan penonton film itu anak-anak,, tapi menurut ku menyukai itu tidak selamanya disamakan dengan kebiasaan anak-anak..iya toh! Ku menyukainya karena aku ingin sekali mempunyai kekuatan seperti ranger,,sehingga bisa melawan dan melenyapkan orang jahat di muka bumi ini..he,,he,, tapi itu semua hanyalah khayalan (kebanyakan nonton film gituan sich,,yang nggak nyata… ). Tanpa kekuatan ranger pun,,Insya Allah, bisa melawan yang jahat-jahat,,,minimal berusaha melawan dan mengendalikan nafsu jahat yang ada dalam diri ku sendiri..karena sesungguhnya musuh yang terbesar itu adalah hawa nafsu… semuanya harus bermula dari my self ....keep spirit!!!
Kembali ke masalah semula…what problem?? Perasaan nggak ada masalah deh,,,nggak nyambung apa?
“udahlah kak,,jangan kayak anak kecil..umur kakak kan lebih dewasa dari pada saya…” itu yang pernah dikatakan oleh seseorang (tidak usah disebutkan namanya,,ntar gosip...he.he)
Kata-kata itu masih terngiang-ngiang,, sebenarnya apa yang kayak anak kecil? Dia aja yang sok dewasa..menyebalkan!! (itu yang terpikir, ketika keegoisan berkuasa pada diri ini)… tetapi setelah direnungkan..maybe,,tanpa ku sadari ada perilaku ku yang menurut orang lain itu adalah perilaku anak-anak..
            Ku mulai sadar ketika membaca beberapa tip n trik menjadi pemenang. Salah satunya adalah menerima kritik dengan lapang dada…. Pemenang adalah seorang yang bisa melihat arti sebuah kritik. Kritik seperti obat, walaupun pahit ia berfungsi menyembuhkan. Saat kamu dikritik, jangan marah, tetapi dengarkanlah. Jika kritik itu benar, terimalah dan berterimakasihlah kepada sang pengkritik. Tetapi jika kritik itu tidak benar, simpan dan jadikan sebagai bahan untuk berhati-hati dan cermin diri.
            Rasulullah saw. berkata: Al mukminu mir’atu mu’min. Apabila melihat aib ada padanya, dia segera memperbaikinya. (HR. Al-Bukhari)
            Jadi, sang pemenang selalu arif, bijaksana dan selalu melihat sisi baik dari kritik sekalipun.
            Okey!! Sudah saatnya belajar bersikap lebih dewasa…J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar